Pada
hakikatnya sejak manusia dilahirkan, manusia sudah diberikan perasaan
oleh Tuhan. Perasaan merupakan kebutuhan manusia yang fundamental.
Dalam
menjalani kehidupan di dunia ini, manusia selalu memiliki perasaan
cinta kasih dalam berbagai macam aspek kehidupan. Contoh, cinta kepada
keluarga, cinta kepada teman, cinta kepada saudara, cinta kepada suatu
pekerjaan, cinta kepada alam, dan lain-lain. Tidak ada manusia di dunia
ini yang memiliki rasa cinta kasih, kecuali orang yang jiwanya telah
menghilang (jiwanya telah mati).
STUDI KASUS DAN ANALISIS
A. Kasus Pertama
Studi Kasus manusia dan cinta kasih yang akan Kami sampaikan adalah tentang seorang anak yang memiliki seorang Ibu yang kejam tanpa seorang Ayah, seperti yang kita tahu keluarga yang utuh bisa tercipta karna ada Ayah, Ibu, dan Anak. Anak yang di lahirkan tanpa seorang Ayah akan merasa kurang kasih sayang dan cinta dari seorang Ayah bahkan tidak dapat merasakannya, apalagi ibu yang melahikan tidak memberikan perhatian yang layak sebagai seorang anak, anak tersebut akan lebih cenderung ke hal-hal yang negatif seperti menjadi anak yang nakal, keras kepala, dan pemberontak. Hal ini juga dapat merugikan orang
lain karna dia dapat melukai perasaan orang lain dengan sikapnya.
Sehingga dia juga tidak peduli bahkan tidak peka akan cinta, kasih
sayang dan perhatian.
Dalam hal ini tanggung jawab sangat berperan besar dalam hubungan manusia dengan cinta kasih karna setiap manusia membutuhkan cinta kasih dari seorang Ibu yang melahirkan anaknya dan membutuhkan perhatian serta dukungan moal dari seorang ibu.
Jadi, dari kejadian di atas kita dapat menganalisis bahwa cinta dan kasih sangat berperan penting dalam perkembangan seorang anak dan pembentukan kepribadian seseorang.
B. Kasus Kedua
Cinta merupakan suatu hal yang sulit
untuk dijelaskan. Setiap orang pasti memilki pengertian atau presepsi yang
berbeda soal cinta. Cinta itu ibarat air hujan yang semua orang tidak dapat
memprediksi datangnya dan juga akan turun ke semua orang. Cinta tidak hanya
cinta kepada lawan jenis tetapi juga cinta kepada hewan, tumbuhan, uang, dan
masih banyak lagi.
Dizaman yang sudah era globalisasi
ini, cinta merupakan hal yang biasa. Bahkan anak yang masih ingusan pun
mengerti tentang cinta walaupun mereka tidak tahu makna sebenarnya tentang
cinta. Pacaran pun terkadang orang membuktikan dengan cinta. “Kalau
Cinta sudah melekat tai kucing rasa coklat”, maksudnya adalah jika seseorang
sudah terjangkit dengan yang namanya virus cinta pasti di dapat melakukan
segala hal untuk cintanya itu. Tetapi apakah makna sejati tentang cinta ? Tidak
ada Cinta sejati didunia hanya cinta Tuhan kepada umatnya dan cinta orangtua
kepada anaknya. Tanpa cinta hidup kita tak akan menjadi indah.
Seringkali orang salah mengartikan
Cinta, banyak pula anak – anak yang tidak merasakan kasih sayang.
C. Kasus Ketiga
Studi kasus cinta
dan kasih diambil dari certia anak jalanan yang kurang bahkan tidak
pernah merasakan rasa cinta dan kasih. Banyak sekali anak jalanan yang terlahir
tanpa orang tua, atau terlahir mempunyai orang tua yang tidak pernah memberikan
mereka rasa kasih sayang. Karena mereka tidak pernah merasakan rasa cinta dan
kasih dari orang terdekat mereka, mereka kadang suka berprilaku tidak sopan
terhadap orang lain. Orang-orang seperti ini harus lebih diperhatikan dan
diberi pengertian karena mereka dapat juga merugikan orang lain. Seperti
contohnya mereka akan melakukan hal tercela yang dapat menyakiti perasaan orang
lain tanpa memikirkan perasaan orang yang mereka sakiti hatinya karena mereka
sendiri pun tidak mengerti apa arti cinta dan kasih sayang. Anak-anak seperti
ini harus diarahkan dan dibimbing, diberi tahu dan diberi cinta dan kasih
sayang. Dengan memperhatikan mereka, mengajari mereka, mengasihi mereka, pelan
namun pasti mereka pasti akan mengerti dan merasakan kenyamanan dalam hidupnya
yang selama ini selalu dipenuhi dengan rasa dengki terhadap orang lain. Dunia
ini akan indah jika kita semua yang hidup didunia ini memiliki rasa cinta dan
kasih terhadap sesama manusia, menghargai, memberi dan mengasihi sesama
manusia, maka dunia akan terasa nyaman dan damai karen penuh cinta dan kasih
sayang.
JAKARTA,
KOMPAS.com — Eci Amanda (25) ditangkap polisi karena membekap hingga tewas anak
pertamanya, Putri Amanda, yang baru berusia dua tahun sembilan bulan. Eci, istri dari Syafrizal (28), ditangkap di rumah
kontrakan mereka di Jalan Kartini 13 Nomor 4 RT 13 RW 02 Kelurahan Sawah Besar,
Kecamatan Kartini, Jakarta Pusat, Jumat
(15/1/2010) malam. Kawasan tersebut merupakan daerah perkampungan padat yang
banyak dihuni warga kelas menengah bawah, termasuk para pekerja malam.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta
Pusat Komisaris Suwondo Nainggolan yang dihubungi, Sabtu, mengatakan, Eci
Amanda diduga sering menyiksa putrinya. ”Berdasar otopsi terhadap jenazah Putri Amanda, didapati lebam pada
paru. Bayi tersebut mati lemas,” kata Nainggolan.
Putri Amanda
diketahui mati lemas pada Jumat malam sekitar pukul 21.00. Sekitar satu jam
sebelumnya, Putri masih disuapi makan oleh Eci. Syafrizal kepada polisi mengaku, Eci kerap menyiksa
putrinya jika ada permintaannya yang tidak dituruti Syafrizal. Syafrizal
bekerja sebagai pedagang makanan yang hidup sederhana. Suwondo mengatakan, belum tahu apakah soal ekonomi
ikut jadi faktor pemicu kekerasan Eca Amanda kepada putrinya.
Kepala Unit
Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakarta Pusat Inspektur Satu Sentike
Bosayor mengatakan, Eci mengaku membekap anaknya hingga tewas karena kesal Putri menangis tanpa henti. Putri Amanda dibekap
sekitar 30 menit hingga mati lemas di tangan ibunya. ”Dia sudah kami
periksa kemarin. Pemeriksaan kami hentikan karena dia sakit pendarahan pada gusi.
Hari ini (Minggu), dia akan diperiksa kondisi kejiwaannya di RSCM,”
Minggu, 17 Januari 2010 | 07:20 WIB KOMPAS.com.Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar