Penderitaan merupakan realitas dunia dan manusia. Peranan individu
juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu peristiwa
yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan
penderitaan bagi orang lain.
Karena penderitaan yang banyak jenisnya. Ada yang mendapat hikmah
yang besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kehancuran
dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak
bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang
lain.
Semua orang pasti pernah mengalami sebuah penderitaan, entah itu
penderitaan fisik, penderitaan batin, penderitaan materi atau apapun
itu, tetapi sikap setiap orang untuk menghadapi sebuah penderitaan
berbeda-beda. Ada yang bersikap pasrah dan tidak menerima keadaan itu
tetapi ada juga yang bersikap menerima dan berusaha untuk memperbaiki
keadaan yang ada agar penderitaan itu berakhir. Sikap itu lah yang
membedakan taraf kesabaran manusia.
Ada satu hal yang menjadi pintu gerbang yang menjadi penentu
keberhasilan seseorang. Hal yang dimaksud adalah mental. Setiap jiwa
manusia memiliki mental dan mental itulah yang membuat bergeraknya
perbuatan manusia. Kualitas seseorang akan semakin berkualitas apabila
orang tersebut memiliki mental yang baik tetapi akan terjadi sebaliknya
jika seseorang tidak memiliki mental yang baik maka orang tersebut akan
mengalami sebuah jalan hidup yang tidak menyenangkan bahkan dapat
memancing sebuah penderitaan. Hal yang paling berbahaya adalah apabila
kita sudah mengalami kekalahan mental. Kekalahan mental dapat terjadi
apabila kita tidak mampu menerima suatu keadaan yang sedang terjadi
didalam diri kita. Kekalahan mental yang terjadi didalam diri seseorang
maka orang tersebut tidak akan dapat menyelesaikan seluruh masalah yang
sedang dihadapinya dan orang tersebut dapat menjadi menderita dengan
hidupnya. Oleh sebab itulah mental sangat berperan penting dalam
kehidupan seseorang.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar