Kamis, 24 Juli 2014

6.kekurangan dan kelebihan penerapan teknologi dalam dunia perbankan.

seperti yang diketahui, teknologi yang berkembang saat ini memberikan banyak manfaat bagi manusia untuk memudahkan dalam melakukan suatu pekerjaan. teknologi memberi banyak perubahan bagi kehidupan manusia, ambil salah satu contoh yaitu dalam bidang perbankan. dahulu suatu bank melakukan transaksi dengan sistem manual sehingga sungguh merepotkan dan membuat pekerjaan menjadi menumpuk. sekarang berkat adanya teknologi, bank dalam pengoprasiannya menjadi lebih baik karena dibantu adanya teknologi yg diterapkan. bank pun sekarang menjadi lebih maju dan tertata nasabah pun juga mendapat dampak positif dari perubahan yg diterapkan. dan perubahan ini pun tidak selamanya berjalan dengan baik, beberapa terdapat kelemahan dari segi penggunaannya. pertama dilihat dari kelebihannya, penggunaan teknologi ini di dalam bank memberi efek efisien waktu dan manage yg baik karena sifat teknologi itu sendiri memberi kemudahan dalam penggunaannya. dilihat dari sisi kelemahannya, teknologi dapat memberi efek boomerang terhadap bank jika disalahgunakan oleh pihak yg tidak bertanggung jawab. contoh yang dapat di ambil adalah suatu karyawan suatu bank yg mencuri data nasabah melalui teknologi yg menyimpan data nasabah di dalamnya. ini tejadi karena pihak bank tidak memiliki teknologi yg cukup baik dalam menjaga data nasabahnya sehingga karyawannya dapat mencuri dan mengelabui pihak bank dengan memanipulasi data yg dicuri. jalan keluarnya pun cukup sulit karena itu terjadi melainkan perbuatan si karyawan yg tidak cukup baik dalam segi penjagaan diri karena gampang tegoyah melihat uang milik nasabah yg jumlahnya tidak sedikit dan dapat merugikan pihak bank.solusinya adalah pintar dalam menseleksi calon karyawan karena itu dapat memberi efek positif pada bank dan memberikan nilai mutu yg baik kepada suatu bank karena karyawan yg dipekerjakan hebat dalam segi pekerjaan dan jujur dalam segi perbuatan. jadi teknologi itu tidak merugikan manusia melainkan membantu manusia dan teknologi menjadi buruk jika yang menggunakan teknologi tersebut mensalahgunakannya untuk kepentingan pribadi atau beberapa pihak.

Sabtu, 19 Juli 2014

5.pengertian kesehatan bank

di dalam tulisan ini saya ingin membahas tentang kesehatan bank menurut apa yg saya dapat dari tugas softskill kelompok saya. kesehatan bank menurut saya adalah Kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal dan mampu memenuhi semua kewajibannya dengan baik dan sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku. 

Kegiatan tersebut meliputi :

Kemampuan menghimpun dana dari masyarakat, dari lembaga lain dan modal sendiri.
Kemampuan mengelola dana
Kemampuan untuk menyalurkan dana ke masyarakat
Kemampuan memenuhi kewajiban kepada masyarakat,karyawan,pemilik modal dan pihak lain.
Pemenuhan peraturan perbankan yang berlaku.

dan bank yang sehat mempunyai ciri sebagai berikut :  

dapat menjaga dan memelihara kepercayaan masyarakat 
dapat menjalankan fungsi intermediasi 
dapat membantu kelancaran lalu lintas pembayaran
dapat digunakan oleh pemerintah dalam melaksanakan berbagai kebijakannya, terutama kebijakan moneter

untuk menjalankan fungsinya dengan baik, suatu bank harus mempunyai modal yg cukup karena jika bank tidak memiliki cukup dana maka bank akan mengalami penurunan dan menyimpan dana supaya suatu bank tidak tergantung kepada bank lain jika mengalami kesulitan, menjaga kualitas asetnya dengan baik karena nasabah akan melihat nilai kualitas bank dari segi asetnya apakah naik atau turun, dikelola dengan baik dana yg ada supaya bank terus beroperasi dengan penuh kehati-hatian supaya tidak salah mengelola dana, menghasilkan keuntungan yg cukup maksudnya adalah dapat mengatur suku bunga nasabah dan dikelola dengan baik supaya menghasilkan pendapatan yg sesuai dari bunga tersebut,memelihara likuiditas jika suatu bank memiliki pendapatan yg lancar maka bank harus membayar hutang jika memiliki tunggakan karena itu kewajiban yg harus segera dibayarkan.

4.sistem keamanan perbankan dan dampaknya kepada nasabah.

semakin banyaknya seseorang melakukan kegiatan perbankan melalui online banking maka sistem keamanan yg diterapkan oleh suatu bank harus semakin ketat. karena dibalik kecanggihan teknologi saat ini dari beberapa orang banyak menyalah gunakannya untuk tindakan kejahatan yaitu mencuri data nasabah seperti password dan mengambil saldo nasabah tersebut untuk kepentingan pribadi dan ini dapat merugikan nasabah. maka tindakan yg harus diterapkan oleh bank adalah memberikan sistem keamanan yg lebih mulai dari nasabah tersebut mengakses hingga proses akses tersebut usai maka sistem kemanan diperkuat supaya tidak ada celah bagi seseorang untuk melakukan tindakan kejahatan cyber. dan disarankan setiap sebulan sekali setiap nasabah mengganti password jika perlu karena dengan cara seperti itu meminimalisir tindak kejahatan cyber. dan nasabah pun juga harus membaca prosedur kemanan yg dijelaskan dalam suatu website resmi bank supaya nasabah paham dan mengerti cara menggunakan layanan online banking dengan aman. dengan begitu bank pun juga menjalankan sistem keamanannya dengan baik karena adanya kepekaan nasabah untuk mengetahui informasi keamanan yg bank berikan dan nasabah merasa aman jika sistem yg dijalankan berjalan dengan baik. dan dapat menghilangakan rasa cemas bagi sebagian orang jika online banking itu tidak aman jika nasabah melakukan prosedur seperti di atas maka semua akan berjalan dengan baik karena sistem kemanan yg diterapkan berjalan dengan baik.

3.peranan komputer dalam dunia perbankan.

di jaman yg semakin canggih ini, komputer tidak hanya digunakan untuk melakukan kegiatan yang sifatnya perkerjaan saja melainkan membantu memudahkan dalam dunia perbankan. di dunia perbankan komputer digunakan untuk memudahkan teller menginput informasi nasabah lalu menyimpannya ke dalam database dan menghubungkan kantor cabang dengan kantor pusat menggunakan jaringan komputer. komputer memberi banyak manfaat bagi suatu bank karena sifatnya memudahkan dan menguntungkan bank karena nasabah menjadi senang karena pelayanan bank menjadi cepat karena adanya komputer. dan software yang digunakan untuk diterapkan dalam kegiatan perbankan harus memiliki pertimbangan sebagai berikut :

1. Kemampuan dokumentasi atau Penyimpanan Data
2. Keluwesan (Flexibility)
3. Sistem Keamanan yang memadai
4. Kemudahan penggunaan (user friendly)
5. Sistem Pelaporan (Reporting system)
6. Aspek Pemeliharaan
7. Source Code
8. Struktur informasi dan hubungan antar sub sistem aplikasi bank

jika sesuai dengan pertimbangan di atas maka software layak untuk di terapkan untuk melakukan kegiatan perbankan. dapat disimpulkan bahwa komputer juga dapat memberikan nilai guna bagi suatu bank dan juga memberikan dampak positif bagi nasabah karena adanya komputer nasabah tidak perlu khawatir data yang diberikan kepada bank akan tersimpan dengan aman di dalam komputer tidak seperti di jaman dahulu menyimpan data harus secara manual dan dapat terjadi pertukaran data nasabah karena tidak adanya sistem komputer yg diterapkan.

2.sms banking memudahkan akses kegiatan perbankan.

seperti yang diketahui di jaman yg seba modern ini, kebutuhan seseorang dalam melakukan kegiatan perbankan sudah banyak mengalami perubahan. dahulu jika seseorang hanya ingin sekedar melihat saldo tabungan / mentransfer uang harus datang ke bank atau ke suatu tempat yg terdapat mesin atm. kegiatan itu kini sudah ditinggalkan, karena sekarang ada teknologi bernama sms banking yang gunanya memudahkan nasabah untuk melakukan kegiatan perbankan hanya cukup melalui pesan singkat atau disebut juga sms(short message service). cara penggunaan dan pendaftarannya pun juga cukup mudah, nasabah sebelumnya mendaftar terlebih dahulu ke bank / mesin atm untuk mendaftarkan no handphone dan membuat password untuk bisa mengakses sms banking tersebut. jika sudah nasabah dapat menggunakan untuk cek saldo tabungan / mentransfer uang dan tidak perlu lagi harus datang ke bank dan mesin atm hanya untuk melakukan kegiatan tersebut. dan untuk catatan layanan sms banking ini pun mempunyai kelemahan dan kelebihan. dari segi kelebihannya kegiatan perbankan menjadi lebih mudah,aman,efisien dan tidak perlu meggunakan jaringan internet cukup menggunakan jaringan mobile biasa dan tarif yg dikenakan per sms cukup murah. dilihat dari sisi kelemahan layanan sms banking ini jika jaringan kartu operator yang digunakan mengalami kendala seperti delay atau pending. maka nasabah harus mengirim kembali dan itu mengkhawartirkan nasabah jika saldo yg mereka miliki terpotong untuk kedua kali untuk satu transaksi. jadi disini dapat disimpulkan bahwa setiap layanan yg diberikan oleh bank tidak mungkin tidak memiliki kekurangan pasti ada yg membuat layanan tidak berjalan dengan baik karena beberapa faktor. dan bank harus segera mencari jalan keluar jika mengalami kendala seperti di atas supaya tidak mengecewakan nasabah yg menggunakan layanan tersebut.

Jumat, 18 Juli 2014

1. pentingnya sebuah keamanan akses dalam melakukan internet banking.


pada jaman yg semakin modern ini, teknologi internet berkembang pesat hingga digunakan dalam berbagai kebutuhan dan termasuk teknologi internet dalam dunia perbankan. seperti yang diketahui bank adalah tempat untuk menyimpan uang dan kini bank tidak hanya digunakan untuk menyimpan uang saja. bank juga bisa meminjamkan uang dalam bentuk cash (uang dalam bentuk fisik) dan uang dalam bentuk transfer (uang maya). kegiatan perbankan pada saat ini, bank banyak menggunakan teknologi internet dalam kegiatan transaksi atau mengambil uang. sehingga bank harus memiliki keamanan super extra untuk menjaga uang milik nasabah supaya tidak jatuh ke tangan orang yg salah. hingga saat ini kejahatan cyber dalam dunia perbankan masih banyak terjadi di berbagai negara dikarenakan sistem kemanan bank itu sendiri masih belum memiliki sistem keamanan yang cukup baik. sehingga dari beberapa nasabah masih enggan menggunakan teknologi internet/ e-banking yg disediakan bank untuk melakukan kegiatan perbankan karena kecemasan dari pihak nasabah takut akses informasi perbankan mereka diambil alih oleh orang yg tidak bertanggung jawab atau disebut hacker. disini bank harus bekerja extra menjaga dan mengontrol akses nasabah dalam melakukan kegiatan transaksi melalui layanan internet banking karena hacker dapat mengirim informasi palsu yg seolah-olah itu adalah kiriman dari bank itu sendiri dan nasabah dapat terjebak ke dalam informasi dari hacker tersebut. disini saya berpesan kepada siapapun untuk lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan perbankan melalui internet banking. pahami betul-betul cara mengakses yang benar dan aman supaya tidak terjadi penyalahgunaan oleh seorang hacker. dan hindari melakukan kegiatan perbankan melalui internet di tempat umum atau menggunakan wifi karena seorang hacker dapat mudahnya mengirim informasi palsu kepada nasabah yg ingin mengakses dan nasabah tersebut terjebak karena mereka mempercayai kalau informasi itu dikirim oleh bank itu sendiri. jika ingin melakukan transaksi internet banking biasakan menggunakan huruf (S)ecure di belakang HTTP karena fungsinya untuk mengunci supaya tidak dapat dilihat informasi penting seperti password oleh orang yg tidak bertanggung jawab atau disebut hacker.

Selasa, 06 Mei 2014

Sistem Perbankan Elektronik



a. Perkembangan teknologi perbankan elektronik
Di era globalisasi ini, kehidupan manusia tidak dapat terlepas dari arus komunikasi dan informasi telah menjelma menjadi suatu kekuatan tersendiri dalam persaingan global yang semakin kompetitif. kehadiran internet sebagai sebuah fenomena kemajuan teknologi menyebabkan terjadinya percepatan globalisasi dan lompatan besar bagi penyebaran informasi dan komunikasi di seluruh dunia.Peran teknologi dalam dunia perbankan sangatlah mutlak, dimana kemajuan suatu sistem perbankan sudah barang tentu ditopang oleh peran teknologi informasi. Semakin berkembang dan kompleksnya fasilitas yang diterapkan perbankan untuk memudahkan pelayanan, itu berarti semakin beragam dan kompleks adopsi teknologi yang dimiliki oleh suatu bank. Tidak dapat dipungkiri, dalam setiap bidang termasuk perbankan penerapan teknologi bertujuan selain untuk memudahkan operasional intern perusahaan, juga bertujuan untuk semakin memudahkan pelayanan terhadap customers. Apalagi untuk saat ini, khususnya dalam dunia perbankan hampir semua produk yang ditawarkan kepada customers serupa, sehingga persaingan yang terjadi dalam dunia perbankan adalah bagaimana memberikan produk yang serba mudah dan serba cepat.
Kegunaan komputer di bidang perbankan untuk menghasilkan informasi bagi pihak manajemen bank sendiri dan juga untuk meningkatkan pelayanan kepada pihak nasabah bank Saat ini dengan dikenalnya E-Commerce, maka pelayanan transaksi secara online dapat diterapkan dengan disediakannya ATM kemudian dengan penggunaan internet memudahkan perbankan dalam melakukan pelayanan kepada nasabahnya melalui INTERNET BANKING dan SMS BANKING. Pesatnya perkembangan teknologi itu telah membentuk masyarakat informasi internasional,termasuk di Indonesia. Sehingga satu sama lain menjadikan belahan dunia ini menjadi sempit dan berjarak pende Berbisnis pun begitu mudahnya,seperti membalikkan telapak tangan. sehinngga diperlukan pembentukan hukum baru yang melibatkan berbagai aspek. Misalnya dalam hal pengembangan dan pengakuan hukum terhadap dokumen serta tandatangan elektronik, perlindungan dan privasi konsumen,cyber crime, pengaturan konten dan cara-cara menyelesaikan sengketa domain.

b. Jenis-jenis Teknologi E-Banking
Beberapa gambaran umum mengenai jenis-jenis teknologi E-Banking dapat dilihat di bawah ini.
- Automated teller machine (ATM).
Terminal elektronik yang idsediakan lembaga keuangan atau perusahaan lainnya yang membolehkan nasabah untuk melakukan penarikan tunai dari rekening simpanannya di bank, melakukan setoran, cek saldo, atau pemindahan dana.
- Computer banking.
Layanan bank yang bisa diakses oleh nasabah melalui koneksi internet ke pusat pusat data bank, untuk melakukan beberapa layanan perbankan, menerima dan membayar tagihan, dan lain-lain.
- Debit (or check) card.
Kartu yang digunakan pada ATM atau terminal point-of-sale (POS) yang memungkinkan pelanggan memperoleh dana yang langsung didebet (diambil) dari rekening banknya.
- Direct deposit.
Salah satu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh organisasi (misalnya pemberi kerja atau instansi pemerintah) yang membayar sejumlah dana (misalnya gaji atau pensiun) melalui transfer elektronik. Dana ditransfer langsung ke setiap rekening nasabah.
- Direct payment (also electronic bill payment).
Salah satu bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk membayar tagihan melalui transfer dana elektronik. Dana tersebut secara elektronik ditransfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor. Direct payment berbeda dari preauthorized debit dalam hal ini, nasabah harus menginisiasi setiap transaksi direct payment.
- Electronic bill presentment and payment (EBPP).
Bentuk pembayaran tagihan yang disampaikan atau diinformasikan ke nasabah atau pelanggan secara online, misalnya melalui email atau catatan dalam rekening bank. Setelah penyampaian tagihan tersebut, pelanggan boleh membayar taguhan tersebut secara online juga jika berkenan. Pembayaran tersebut secara elektronik akan mengurangi saldo simpanan pelanggan tersebut.
- Electronic check conversion.
Proses konversi informasi yang tertuang dalam cek (number rekening, jumlah transaksi, dll) ke dalam format elektronik agar bisa dilakukan pemindahan dana elektronik.
- Electronic fund transfer (EFT).
Perpindahan “uang” atau “pinjaman” dari satu rekening ke rekening lainnya melalui media elektronik.
- Payroll card.
Salah satu tipe “stored-value card” yang diterbitkan pemberi kerja sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses pembayaraannya pada terminal ATM atau Point of Sales. Pemberi kerja menambahkan nilai pembayaran pegawai ke kartu tersebut secara elektronik.
- Preauthorized debit (or automatic bill payment).
Bentuk pembuayaran yang mengizinkan nasabah untuk mengotorisasi pembayaran rutin otomatis yang diambil dari rekening banknya pada tanggal-tangal tertentu dan biasanya dengan jumlah pembayaran tertentu (misalnya pembayaran listrik, tagihan telpon, dll). Dana secara elektronik ditransfer dari rekening pelanggan ke rekening kreditor (misalnya PLN atau PT Telkom).
- Prepaid card.
Salah satu tipe Stored-value card yang menyimpan nilai moneter di dalamnya dan sebelumnya pelanggan sudah membayar nilai tersebut ke penerbit kartu.
- Smart card.
Salah satu tipe stored-value card yang didalamnya tertanam satu atau lebih chips atau microprocessors sehingga bisa menyimpan data, melakukan perhitungan, atau melakukan proses untuk tujuan khusus (misalnya validasi PIN, otorisasi pembelian, verifikasi saldo rekening, dan menyimpan data pribadi). Kartu ini bisa digunakan pada system terbuka (misalnya untuk pembayaran transportasi public) atau system tertutup (misalnya MasterCard atau Visa networks).
- Stored-value card.
Kartu yang di dalamnya tersimpan sejumlah nilai moneter, melalui pembayaran sebelumnya oleh pelanggan atau melalui simpanan yang diberikan oleh pemberi kerja atau perusahaan lain. Untuk single-purpose stored value card, penerbit (issuer) dan penerima (acceptor) kartu adalah perusahaan yang sama dan dana pada kartu tersebut menunjukkan pembayaran di muka untuk penggunaan barang dan jasa tertentu (misalnya kartu telpon). Limited-purpose card secara umum digunakan secara terbatas pada terminal POS yang teridentifikasi sebelumnya di lokasi-lokasi tertentu (misalnya vending machines di sekolah-sekolah). Sedangkan multi-purpose card dapat digunakan pada beberapa penyedia jasa dengan kisaran yang lebih luas, misalnya kartu dengan logo MasterCard, Visa, atau logo lainnya dalam jaringan antar bank.

c. Prinsip penerapan E-Banking dan M-Banking
Saluran dari e-Banking yang telah diterapkan bank-bank di Indonesia sebagai berikut:
1. ATM, Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri
Ini adalah saluran e-Banking paling populer yang kita kenal. Setiap kita pasti mempunyai kartu ATM dan menggunakan fasilitas ATM. Fitur tradisional ATM adalah untuk mengetahui informasi saldo dan melakukan penarikan tunai. Dalam perkembangannya, fitur semakin bertambah yang memungkinkan untuk melakukan pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan yang terkini transfer ke bank lain (dalam satu switching jaringan ATM). Selain bertransaksi melalui mesin ATM, kartu ATM dapat pula digunakan untuk berbelanja di tempat perbelanjaan, berfungsi sebagai kartu debit. Bila kita mengenal ATM sebagai mesin untuk mengambil uang, belakangan muncul pula ATM yang dapat menerima setoran uang, yang dikenal pula sebagai Cash Deposit Machine/CDM. Layaklah bila ATM disebut sebagai mesin sejuta umat dan segala bisa, karena ragam fitur dan kemudahan penggunaannya.

2. Phone Banking
Ini adalah saluran yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi dengan bank via telepon. Pada awalnya lazim diakses melalui telepon rumah, namun seiring dengan makin populernya telepon genggam/HP, maka tersedia pula nomor akses khusus via HP bertarif panggilan flat dari manapun nasabah berada. Pada awalnya, layanan Phone Banking hanya bersifat informasi yaitu untuk informasi jasa/produk bank dan informasi saldo rekening serta dilayani oleh Customer Service Operator/CSO. Namun profilnya kemudian berkembang untuk transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain; serta dilayani oleh Interactive Voice Response (IVR). Fasilitas ini boleh dibilang lebih praktis ketimbang ATM untuk transaksi non tunai, karena cukup menggunakan telepon/HP di manapun kita berada, kita bisa melakukan berbagai transaksi, termasuk transfer ke bank lain.

3. Internet Banking
Ini termasuk saluran teranyar e-Banking yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi via internet dengan menggunakan komputer/PC atau PDA. Fitur transaksi yang dapat dilakukan sama dengan Phone Banking yaitu informasi jasa/produk bank, informasi saldo rekening, transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain. Kelebihan dari saluran ini adalah kenyamanan bertransaksi dengan tampilan menu dan informasi secara lengkap tertampang di layar komputer/PC atau PDA.

4. SMS/m-Banking
Saluran ini pada dasarnya evolusi lebih lanjut dari Phone Banking, yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via HP dengan perintah SMS. Fitur transaksi yang dapat dilakukan yaitu informasi saldo rekening, pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), dan pembelian voucher. Untuk transaksi lainnya pada dasarnya dapat pula dilakukan, namun tergantung pada akses yang dapat diberikan bank. Saluran ini sebenarnya termasuk praktis namun dalam prakteknya agak merepotkan karena nasabah harus menghapal kode-kode transaksi dalam pengetikan sms.
Di balik kemudahan e-Banking tersimpan pula risiko, untuk itu diperlukan pengaman yang baik. Lazimnya untuk ATM, nasabah diberikan kartu ATM dan kode rahasia pribadi (PIN); sedangkan untuk Phone Banking, Internet Banking, dan SMS/m-Banking, nasabah diberikan kode pengenal (userid) dan PIN. Sebagai pengaman tambahan untuk internet banking, pada bank tertentu diberikan piranti tambahan untuk mengeluarkan PIN acak/random. Sedangkan untuk SMS Banking, nasabah diminta untuk meregistrasikan nomor HP yang digunakan.
Dengan beragamnya kemudahan transaksi via e-Banking, kini pilihan ada di tangan kita untuk memanfaatkannya atau tidak. Namun mengingat tidak semua bank menyediakan layanan-layanan tersebut, maka seberapa pintarkah bank kita? Untuk dapat bertransaksi pintar, kini saatnya memilih bank pintar kita, tentunya sesuai kebutuhan transaksi.

d. INTERNATIONAL ELECTRONIC FUND TRANSFER SYSTEM
Electronic Funds Transfer Systems (EFTS) sudah menjadi metode utama yang melibatkan pembayaran dana dalam jumlah besar yang dilakukan lembaga keuangan dan nasabah bisnisnya. EFT didefinisikan sebagai pemindahan dana yang diawali dari terminal elektronik, instrument telpon, computer, atau magnetic tape untuk memesan, memerintahkan, atau memberikan kewenangan kepada lembaga keuangan untuk mendebet atau mengkredit rekening. Kemampuan lembaga keuangan untuk menyediakan jasa-jasa tersebut seiring dengan perkembangan teknologi computer dan teknologi komunikasi data.

FEDWIRE
Fedwire adalah jaringan pemindahan dana dan surat-surat berharga berskala nasional yang diselenggarakan oleh bank sentral Amerika Serikat yang dikenal sebagai Federal Reserve. Sistem ini terhubung ke 12 bank sentral Negara bagian dengan banyak lembaga keuangan yang tergabung dalam jaringan tersebut yang memiliki cadangan atau rekening kliring di Fedres. Fedwire memproses hampir US$1.4 trillion per hari dalam bentuk dana dan surat-surat berharga. Sistem pemindahan dana melalui Fedwire menyediakan transfer elektronik antar lembaga keuangan dan mempunyai fungsi baik sebagai proses kliring maupun pengendapan dananya (settlement). Pelayanan Fedwire bisa diakses melalui computer interface secara langsung atau secara off-line dari pesawat telpon melalui system pengiriman elektronik berbasis PC yang dikenal sebagai Fedline. Beberapa karakteristik Fedwire adalah sebagai berikut:
• Sistem pembayaran secara real-time dari Federal Reserve
• Digunakan oleh lembaga-lembaga keuangan yang memiliki rekening di Federal Reserve
• Digunakan terutama untuk pemindahan dana yang relative besar yaitu dengan rata-rata sebesar $3.5M
• Koneksi On-line yang mencakup 7800 institusi dan 99% transfer memakai koneksi ini:
– Direct connection
– Computer dialup
• Koneksi Off-line mencakup 1700 institutions dan 1% of transfers
– Instruksi telpon dengan katasandi tertentu
• Akses FedLine dari PCs
• Beberapa layanan lainnya berbasis Web tetapi bukan jasa pemindahan dananya
Peserta Fedwire
• Lembaga Depository
• Agen atau cabang bank-bank asing
• Bank anggota dari Federal Reserve System
• U.S. Treasury dan authorized agencies
• Bank sentral Negara lain, otoritas moneter Negara lain, pemerintahan Negara lain, organisasi internasional tertentu; serta
• Pihak lain yang disahkan oleh Reserve Bank
Mekanisme Kerja Fedwire

CHIPS
Clearing House Interbank Payment System (CHIPS) adalah jaringan pemindahan dana yang dimiliki dan dioperasikan oleh (NYCHA) untuk mengirim dan menerima pembayaran dalam U.S. dollar antara bank-bank, baik bank domestik maupun bank asing, yang mempunyai kantor di kota New York. Beberapa informasi lain mengenai CHIPS ini adalah sebagai berikut:
– Dimiliki pihak swasta
– Mencakup 128 banks di 29 negara
– Total $1.44T dipindahkan perhari dengan rata-rata transaksi sebesar $6.6M
– Biaya transaksi berkisar antara $0.13 – $0.40
Mekanisme Operasi CHIPS
CHIPS merupakan system pembayaran netto multilateral. Tidak seperti Fedwire, pemindahan dana melalui CHIPS tidak diendapkan pada saat instruksi pembayaran dikirimkan, tetapi baru diendapkan pada akhir hari melalui net settlement arrangement dilaksanakan bersama Bank sentral Negara bagian New York.
SWIFT
Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunications (SWIFT) adalah kerjasama nir laba dari anggota bank yang melayani jaringan telekomunikasi antar bank, yang berbasis di Brussels Belgia. Tidak seperti EFT systems, SWIFT hanya menyediakan instruksi untuk melakukan pemindahan dana. SWIFT tidak memiliki mekanisme penyerahan dana (settlement). Pemindahan dana aktualnya dilaksanakan melalui pendebetan atau pengkreditan terhadap rekening bersangkutan pada lembaga peserta jaringan. Beberapa data atau penjelasan ringkas mengenai SWIFT adalah sebagai berikut:
• Mencakup 7125 lembaga di 193 negara
• Sebanyak 1.27 milyar pesan per tahun dengan nilai dana $5 triliun per hari
• Biayat ~ $0.20 per pesan
• Menggunakan X.25 packet protocol
• Mulai mengarah ke full IP network pada tahun 2002

CHAPS
CHAPS (Clearing House Automated Payment System) adalah sistem pemindahan elektronik untuk pengiriman pembayaran antar bank di hari yang sama. Sistem ini beroperasi dengan bekerja sama dengan Bank of England dalam menyediakan jasa pembayaran dan penyelesaiannya. System yang sudah dikemabngkan sejak tahun 1984 ini merupakan salah satu system pembayaran seketika yang terbesar setelah Fedwire di Amerika Serikat

TARGET
TARGET, singkatan dari Trans-European Automated Real-time Gross settlement Express Transfer system, adalah system pembayaran seketika untuk mata uang euro di eropa. Sistem ini terdiri dari 15 RTGS nasional negara-negara di Eropa. TARGET system seketika (a real-time system) yang dalam kondisi normal pembayaran akan mencapai tujuan dalam beberapa menit saja atah bahkan detik.


sumber : http://www.bombomers.co.cc/2011/05/jenis-jenis-teknologi-e-banking.html
http://jagatrian.wordpress.com/2011/04/14/international-electronic-fund-transfer/ 
http://fiowomen.blogspot.com/2011/05/sistem-perbankan-elektronik.html

www.gunadarma.ac.id
materi terapan komputer perbankan (softskill).

opini : pembahasan di atas menjelaskan tentang sistem perbankan dalam bentuk elektronik contohnya adalah e-banking. dalam penerapannya sudah cukup baik dan menurut saya tidak semua orang indonesia sudah menggunakan sistem yg sudah dibuat di atas hanya beberapa saja. dan menurut saya butuh banyak bimbingan dan informasi yg sangat jelas ke nasabah/masyarakat supaya mengerti cara menggunakan sistem tersebut dan cara memberi pemahamannya dapat berupa iklan,surat kabar dan surat kabar elektronik. jadi jika nasabah dapat mengoperasikannya maka transaksi jadi sangat mudah dan cepat.